Menebar Racun B3 (Bermain, Belajar, dan Bercerita)



Pendidikan merupakan tonggak penting dalan kehidupan berbangsa. Sesuai dengan yang tertuang dalam undang-undang 1945“...Mencerdaskan kehidupan bangsa...”. Sebagai Agent Of Change mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan juga sebagai objek dari perubahan tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa UTM yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Karangpanasan menggerakkan bidang pendidikan dengan memberikan tambahan pembelajaran bagi adik-adik di dusun Panteh rentan usia 3-12 tahun.
Dalam proker ini, mahasiswa KKN membagi menjadi 2 kegiatan, yaitu bimbingan belajar dan relawan mengajar. Bimbingan belajar dilakukan di dusun Panteh desa Karangpanasan, bertempat di posko KKN 67 Karangpanasan. Setiap sore setelah pulang dari sekolah madrasah, dengan wajah haus akan ilmu, adik-adik dari dusun Panteh mendatangi posko KKN 67 Karangpanasan. Pada umumnya, mereka ingin belajar calistung (membaca, menulis, dan berhitung) serta belajar bahasa Inggris. Disamping belajar calistung, adik-adik telah disediakan banyak buku untuk dibaca di tempat. Sesekali salah satu dari kami membacakan/ mendongeng sesuai dengan buku cerita yang dipilih oleh adik-adik. “Memang sudah saatnya kita untuk membagikan sedikit ilmu yang dipunya, meskipun ada yang dari mahasiswa diluar fakultas ilmu pendidikan kami tetap harus mengawal jalannya kependidikan lewat bimbel ini karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama” ujar Iman selaku Koordinator Desa. Antusiasme adik-adik dari dusun Panteh sangat membludak, dari yang ditargetkan Fitrotin (penanggung jawab bimbel) anak-anak dusun berbondong-bondong memikul keinginan kuat untuk menimba ilmu.
“Assalamualaikum kaaak, Satyah pangajheren bahasa Inggris” (“Assalamualaikum kaaak, sekarang mau belajar bahasa Inggris”) teriak adik-adik dari luar posko. Sedang kami menunggu di balik pintu menunggu dengan harap yang tak pasti. Pada awalnya kami tak banyak berharap akan sebanyak ini yang akan datang, namun semakin hari semakin banyak yang datang untuk bermain sambil belajar. Memang tak ada jadwal pasti setiap harinya, pembelajaran apa yang akan mahasiswa sampaikan untuk adik-adik “Kami (mahasiswa KKN) tidak bisa menuntut untuk setiap harinya dijadwal belajar dengan mata pelajaran apa, karena kita hanya bermain dengan diselingi banyak belajar” ujar Fitrotin.
Meskipun adik-adik datangnya lebih dari yang telah ditentukan, pukul 15.30 mahasiswa KKN 67 Karangpanasan sudah siap di posko untuk persiapan mengajar adik-adik. Seperti yang telah diketahui, adik-adik di dusun Panteh sepulang sekolah formal dilanjutkan sekolah madrasah, sampai pukul 15.30/16.00 setelah itu mereka ke posko KKN untuk belajar dan kami (mahasiswa KKN) tetap semangat untuk membentuk pondasi tonggak negara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Karang Panasan Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan

Pengajian Muslimatan

Doa dan Ikhtiar Akhir Tahun