Ajakan mencuri ilmu dengan baik, Mahasiswa KKN 67 lakukan ini


   Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas dan karakter, kompetensi dan kesehjateraan hidup seseorang, adalah dengan menanamkan budaya literasi (membaca-berpikir-menulis-berkreasi). Salah satu kalimat dari Lenang Manggala tersebut sepertinya sangat benar adanya. Budaya literasi yang perlu dikembangkan ini merupakan kunci memajukan negeri. Karena, membaca merupakan alat untuk mempertajam pikiran dan memperluas wawasan.
Salah satu upaya nyata dari mahasiswa melalui program kerja KKN (Kuliah Kerja Nyata) demi meningkatkan minat literasi pada generasi penerus bangsa. Setiap hari pukul 09.00 bertempat di halaman sekolah SDN Karang Panasan Dusun Karang Tengah Desa Karang Panasan Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan Madura. Melalui program “Perpus Alit” Kelompok KKN 67 Universitas Trunojoyo Madura membuka lapak buku berisi bahan bacaan anak usia 3-12 tahun. Dibuka setiap jam istirahat sekolah dengan berbagai bahan bacaan yang telah mereka sediakan ternyata mampu menarik perhatian siswa-siswi SDN Karang Panasan. 
   Selain membaca mereka bisa dengan bebas menulis apapun seperti puisi, cerita bergambar dan medengarkan dongeng. Salah satu trik yang  dilakukan untuk menarik perhatian siswa  adalah mendongeng. Mengawali dengan menceritakan kisah-kisah inspiratif yang mudah diterima anak seusianya, mereka diajak untuk berfikir aktif dan kritis. Seperti pagi kemarin salah satu anggota KKN 67 menceritakan dongeng tentang betapa liciknya Pak Harimau yang dalam ceritanya memiliki sifat angkuh, licik dan suka ingkar janji. Siswa-siswi SDN Karang Panasan nampak antusias sekali mendengarkan dongeng. Mungkin dalam benak mereka hanya tergambarkan sosok binatang harimau saja seperti dalam cerita namun kelak mereka akan merasakan sendiri dongeng semacam itu banyak merepresentasikan kehidupan yang sebenarnya. Melalui dongeng anak diajarkan untuk menilai dan mempertimbangakn segala bentuk perbuatan yang nantinya akan dibawa sebagai bekal dalam mereka bermasyarakat, selain itu penanaman nilai-nilai moral dalam dongeng sejak dini mampu memupuk tunas-tunas bekualitas dengan akhlak dan ilmu yang baik. Dengan kegiatan semacam ini diharapkan siswa-siswi SD  akan tertarik untuk membaca. Karena dengan membaca kita sekaligus bisa membaca kehidupan, dan belajar mencuri ilmu dengan baik.
   Di akhir cerita ditambahkan beberapa pertanyaan-pertanyaan dan dijawab dengan antusias sekali oleh mereka, dengan bergantian angkat tangan, bersaut-sautan menjawab nampak wajah-wajah yang penuh dengan semangat. “ Kami berharap, mereka mempunyai ketertarikan yang lebih dalam dunia membaca, di masa sekarang anak-anak seumuran mereka malah lebih sering memegang ponsel dari pada buku. Dengan cara seperti ini semoga mereka bisa beralih pada buku”. Ujar Iman selaku Koordinator Desa.
    Fitrotin, selaku penanggung jawab program kerja mengungkapkan bahwa minat baca dan menulis di kalangan anak seusia mereka masih minim, padahal dari usia inilah mereka seharusnya dipupuk sebanyak mungkin dengan budaya literasi agar kelak mereka bisa menuai apa yang mereka tanam.Respon yang sangat baik juga diberikan oleh tenaga pengajar, mereka berpendapat bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan positif dan sangat perlu di intensifkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Karang Panasan Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan

Pengajian Muslimatan

Doa dan Ikhtiar Akhir Tahun