Sejarah Desa Karang Panasan Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan





SEJARAH DESA KARANG PANASAN


Asal usul nama Desa Karang Panasan bermula dari seorang pangeran dari Bangkalan yang berkunjung ke salah satu muridnya dengan membawa anjing peliharaannya. Anjing peliharaan tersebut meminum air yang digunakan untuk wudhu’ atau tempat berwudhu’. Anjing tersebut dibunuh sehingga hawa panas sangat terasa di daerah tersebut, maka desa tersebut di sebut Karang Panasan.
Desa Karang Panasan Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan yang berada di sebelah Utara Kecamatan Blega yang berbatasan dengan Kecamatan Konang menunjukkan pertumbuhan yang positif, ditandai dengan pembangunan yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dari sarana prasarana masyarakat yang sangat agamis sangat mendukung kemajuannya.

Kondisi yang diharapkan dimasa depan tidak terlepas dari pencapaian sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan pembangunan secara efektif.  Seiring dengan itu, upaya secara terus menerus tetap diarahkan untuk mengatasi tantangan dan hambatan pembangunan desa guna mewujudkan kondisi yang diharapkan dan kondisi saat ini merupakan modal dasar atau bahan untuk perencanaan yang akan menentukan keberhasilan.  

KONDISI GEOGRAFIS DESA

Secara geografis, Desa Karang Panasan merupakan wilayah dataran dengan ketinggian 49 mdpl yang terdiri dari lahan persawahan, tegalan, pekarangan hutan, dll. Curah hujan di Desa Karang Panasan rata-rata 25,24 mm dengan daratan tanah yang sangat subur menunjang pertanian baik tanaman padi, holtikultura dan tanaman perhutanan, sumber air bagi keperluan sehari penuduk Desa Karang Panasan Kecamatan Blega. Pembangunan di sisi selatan yang sangat pesat yang menjadikan desa berpotensi menjadikan desa yang maju. 





SOSIAL BUDAYA
Desa Karang Panasan Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan yang mayoritas penduduknya beragama islam sangat melestarikan dan mengembangkan kebudayaan leluhur yang bernafaskan Islam seperti tradisi pernikahan, kematian, kelahiran, perkumpulan pengajian, maulidan serta kesenian yang bernafaskan Islam.  
MATA PENCAHARIAN



Masyarakat Dusun Panteh dan Karang Tengah sebagian besar besar mata pencahariannya sebagai petani. Hal tersebut, dikarenakan kondisi tanah yang cocok untuk bercocok tanam. Masyarakat Dusun Karang Anyar sebagian besar mata pencahariannya berwiraswasta seperti dokter, bidan, guru, dll.
  PENDIDIKAN


Sebagian besar masyarakat menganggap sekolah formal membutuhkan banyak biaya. Paradigma yang terjadi di masyarakat Desa Karang Panasan masih terbelakang, karena dilihat  dari beberapa remaja yang menikah diusia dini dan pemikiran masyarakat terhadap pendidikan agama dianggap lebih penting daripada pendidikan formal (SD, SMP, dan SMA). Kebanyakan masyarakat di Desa Karang Panasan lebih baik bekerja (TKI/ TKW) daripada sekolah formal.

Kawasan Desa Karang Panasan memiliki 4 sarana pendidikan meliputi SDN Karang Panasan, RA Nurul Ittihad, MI Nurul Ittihad, dan MTs Nurul Ittihad. Antusias masyarakat pada pendidikan formal sedikit terlihat dari jumlah siswa yang sekolah di Sekolah Dasar Karang Panasan, RA, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ittihad, dan Madrasah Tsanawiyah Nurul Ittihad.


KESEHATAN
 Sarana kesehatan di Desa Karang Panasan kurang memadai. Di Dusun Panteh terdapat 1 bidan yang membuka rumah praktek, akan tetapi tidak membuka praktek setiap hari dan hanya hari-hari tertentu. Sehingga masyarakat Dusun Panteh mengalami kesulitan ketika akan berobat. Akan tetapi untuk umur balita dan anak-anak usia dini terdapat pengobatan gratis setiap bulannya pada tanggal 17. Sedangkan di Dusun Karang Tengah tidak terdapat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan berpusat pada Dusun Karang Anyar dimana di dusun tersebut terdapat 7 dokter dan membuka rumah praktek. Sehingga masyarakat dusun Karang Panteh dan Dusun Karang Tengah jika ingin berobat harus ke puskesmas yang ada di kecamatan Blega dan lokasinya cukup jauh dari Desa Karang Panasan.
Pelayanan kesehatan yang ada di Desa Karang Panasan terdiri dari 4 pelayanan meliputi 3 unit posyandu dan 1 unit polindes. Sedangkan jumlah tenaga kerja kesehatan terdapat 7 dokter, 1 bidan, 1 perawat, dan 2 dukun bayi melahirkan.

KOMUNIKASI DAN TRANSPORTASI
            Sarana komunikasi digunakan untuk mencari informasi. Sarana komunikasi ini dapat mempermudah masyarakat Dusun Panteh dan Dusun Karang Tengah menjalin komunikasi untuk kepentingan desa. Jarak yang jauh antara dusun satu dengan dusun yang lain mengharuskan dua dusun tersebut menjalin komunikasi. Masyarakat Desa Karang Panasan sebagian penduduknya sudah memiliki sarana komunikasi pribadi seperti radio, televisi, dan ponsel.  
            Transportasi di Desa Karang Panasan hanya menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan truk. Kendaraan pribadi seperti mobil biasanya digunakan untuk membantu masyarakat sekitar yang memerlukan bantuan untuk kepentingan di kota. Transportasi umum hanya ada di sekitar Kecamatan Blega saja.
 
KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT
           
Untuk menciptakan rasa aman, ketentraman, dan ketertiban didesa Karang Panasan Kecamatan Blega cukup kondusif dan dapat terkendali dengan baik, dan warga masyarakat desa dapat bekerja dengan baik. Hal itu merupakan hasil dari kerja sama antara aparat keamanan dan aparat desa serta kesadaran masyarakat. Untuk menjaga keamanan, telah dibentuk 3 kelompok jaga ronda yang tersebar di 3 blok dengan fasilitas 2 pos ronda yang dikoordinasi oleh 6 anggota Hansip yang dikoordinasi dari pihak kepolisian dan koramil.
            Dalam hal segi masyarakat Desa Karang Panasan sampai saat ini berjalan dengan harmonis, saling menghormati, dan saling menghargai kebersamaan dan gotong royong. Kondisi ini diharapkan dapat terus terjadi dengan baik terutama dalam mengantisipasi pengaruh-pengaruh negatif dari luar baik dalam moralitas yang sangat memprihatinkan.




 


 

Komentar